Kamis, 16 April 2015

Keluh kesah menjadi mahasiswa tingkat akhir, di situ kadang saya merasa sedih

Keluh kesah menjadi mahasiswa tingkat akhir sedikit menyeramkan di bandingkan dengan kita awal kuliah baru masuk dan bertemu dengan kakak tinkgat sok sadis beserta dosen killer. banyak cerita yang di dapat ketika masa kuliah mulai dari ospek, di plonco dapat hukuman di suruh joget-joget bombastis nyanyi dan yang paling membuat kita jenuh ketika harus berhadapan dengan kakak tingkat yang semacam hitler unyu namun sadis.



Ospek kedengaranya menyenangkan namun sulit untuk di jalanin,mulai kita harus bangun pagi-pagi buta nggak boleh sampe di duluin sama ayam. telat sebentar minimal kakak tingkat yang sok kece dan berekting galak sudah menunggu kita di depan gerbang untuk memeriksa propti yang kita gunakan. biasanya jika ada properti yang kurang semisal tas atau pita dan lain-lain cuma satu alasan tapi banyak kata yang saya keluarkan "ketinggalan di rumah karna berangkat buru-buru " pakai ekting mata sambil di mejem-mejemin biar seolah-olah masih ngantuk namun tetep aja dapet hukuman minimal baris berbaris layaknya Sattpol PP dan di beri hukuman push up kadang juga ada yang milih joget bombastis, ini biasanya cowok-cowok yang pakai pita hehe.
namun dari perlakuan kakak tingkat yang  galak kadang kangen juga kalau udah selesai, pengen di galakin lagi apa lagi kalo kakak tingkat nya macan (manis-cantik). salut buat kakak tingkat yang rela bangun pagi-pagi buta dengan penuh aktivitas kesibukan serta kegiatan yang di adakan untuk kami yang dulu juga pernah menjadi mahasiswa unyu-unyu sebelum berkeluh kesah menjadi mahasiswa tingkat akhir. termikasih mengalir untuk kalian kakak-kakak ospek.

Awal kuliah memasuki semester 1 dan 2


awal semester merupakan fase dimana kita harus berakting sebagai mahasiswa yang lebih banyak diam dan membaca di bandingkan harus ngobrol kosong sama kawan seangkatan, istilahnya masih malu-malu sambil nutupin kedok hehe. datang paling pagi kuliah jam 8 jam 7.30 minimal sudah di kampus nunggu dosen di depan pintu sambil baca materi biar kelihatan pinter. maklum kawan juga masih satu dua jadi belum bisa loncat sana-sini. masuk kelas aktif selalu merebutkan bangku paling depan seolah-olah biar dapet perhatian dari kawan bahwa kita anak rajin, dosen memberi materi kita duduk diam memperhatikan.

Memasuki Semester 3 dan 4

kita sudah sedikit berani karna sudah ada adek tingkat seolah-olah deraja kita sedikit naik, di semester 3 sudah mulai banyak kawan dan mulai kelihatan karakter masing-masing, kalau yang pendiam ya diem terus kalo yang suka ngobrol baru masuk kelas udah nyrocos seperti ember bocor. masing-masing karakter kawan-kawan kita sedikit banyaknya sudah kita ketahui bagi yang cowok yang biasa merokok juga sudah mulai paham mana anak yang sering bawa rokok dan mana anak yang jarang bawa sangu tiap hari kebiasaan minta sana-sini sambil ngobrol sok asik. nyanyi-nyanyi di kantin tebar pesona sana-sini seolah-olah sambil mencari tulang rusuk yang hilang. di fase ini kita sudah mulai banyak ngobau di bandingkan dengan dengerin dosen.

Memasuki semester 5 dan 6

Masuk di semester 5 dan 6 kita sudah sedikit jenuh dan bosen dengan yang namanya mengikuti rutinitas kuliah, mencoba sukses keseringan nitip absen di bandingkan dengan masuk kuliah nya. seolah life is choice/ hipup itu pilihan antara kuliah atau nitip absen. alternatif terbaik biasanya kebanyakan mahasiswa membuat peraturan sendiri.peraturan sebelumnya dosen melarang masuk mahasiswa setelah lewat dari 15 menit tapi sekarang mahasiswa wajib masuk setelah lewat dari 30 menit datang terlambat duduk pilih posisi paling belakang dengerin dosen sambil mejemin mata.

Memasuki semester 7 dan 8

ini tahapan yang paling menakutkan yang di alami mahasiswa antara merdeka atau mati, semester sebelumnya masih bisa santai-santai kayak di pantai selow nyelow kayak di pulau sekarang berganti menjadi angin ribut yang berhembus kencang  dari barat ke timur. di mana mahasiswa harus menyiapkan yang namanya judul skripsi sambil berdoa semoga mendapat pembimbing yang enak. fase dimana kita tergesa-gesa karena malu jika harus melebihi batas maksimal kelulusan S1 yang biasanya di tempuh normal 4 tahun harus di kebut mati-matian. yang biasanya malas ketemu dosen sekarang sibuk ngejar-ngejar dosen pembimbing. di fase ini seorang mahasiswa harus sedikit memprioritaskan yang namanya skripsi di bandinkan dengan pacaran dan main-main. belum lagi harus nemuin dosen pembimbing yang belum tentu setelah kita sampai di kampus dia mau membimbing kita dengan berbagai macam alasan, sibuk lah, ngajar lah, rapat lah dan lain-lain. yang dulunya malas beli buku sekarang siap-siap borong buku buat landasan teori karna modal URL internet saja tidak cukup bagi sebagian pembimbing. perjuangan serta doa lah yang dapat memperlancar semuanya hehe. ( ini cerita sambil curhat karna sekarang saya lagi garap skripsi hehe)

intisari dari celotehan saya di atas adalah bersungguh-sungguh lah menuntut ilmu dan tinggalkan masa nyaman mu untuk menggapai suksesmu.

semangat untuk calon mahasiswa baru kalian pasti akan melewati fase ini.





Keluh kesah menjadi mahasiswa tingkat akhir, di situ kadang saya merasa sedih Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Adi ducation

0 komentar:

Posting Komentar

jika ada pertanyaan silakan berikan komentar di bawah atau kontak kami melalui via e-mail.

Popular Posts

Stat

Blog Archive